Metallic Text Generator at TextSpace.net

Senin, 05 Januari 2009

Tahun Baru 1430 Hijriah & 2009 Masehi




Tahun ini, tahun baru Islam dan Masehi hampir berbarengan. Meskipun Rasulullah tidak pernah merayakan tahun baru, tetapi mungkin bagi kita bisa menjadi sebagai momen untuk perenungan diri, tahun bertambah yang berarti usia semakin bertambah, jatah hidup didunia semakin berkurang.
Tahun baru sebagian besar dari kita berharap mendapatkan perubahan yang baru, tapi bagi umat Islam tahun baru ini menjadi pembuktian sebuah dalil Rasulullah, yang diriwayatkan oleh Tsauban :

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُوْسِكُ اْلأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى اْلأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِدٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِدٍ كَثِيْرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللهُ فِيْ قُلُوبِكُمُ اْلوَهَنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولُ اللهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ اْلمَوْتَ * رواه أبو داود كتاب الملاحم

Hadis dari Tsauban, Rasulullah bersabda : hampir beberapa umat mengalahkan pada kalian seperti menariknya orang yang makan pada piringnya. Maka seseorang bertanya : Apakah kami pada hari itu sedikit jumlahnya? Rasulullah menjawab : bahkan pada hari itu kalian jumlahnya banyak akan tetapi kalian seperi buih, seperti buihnya banjir. Dan Allah telah mencabut dari hati musuh kalian rasa takut pada kalian, dan Allah telah meletakkan pada hati kalian rasa wahan, maka seseorang bertanya : Ya Rasulullah, apakah wahan itu? Rasulullah menjawab : Senang pada dunia dan benci akan mati.

Menjelang tahun baru Palestina dibombardir oleh Israel tanpa ampun, Negara-negara Islam seperti bisu seribu bahasa, rakyat mereka sibuk ingin membantu saudara-saudara mereka yang menjadi keganasan bom-bom Israel, sedang pemimpin-pemimpin mereka tak pernah terdengar suaranya.

Umat Islam saat ini diibaratkan oleh Rasulullah bagaikan makanan yang lezat bagi orang-orang kafir. Sebagai bukti, perang teluk I-II dan perang Afganistan, menjadi ajang santapan lezat bagi Negara-negara kafir, ajang unjuk kekuatan sekaligus promosi persenjataan canggih mereka. Palestina menjadi bulan-bulanan Israel, Negara-negara Islam hanya bisa bising diluar lingkaran.
Islam saat ini menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen, tapi sangat ironis, Islam tidak mempunyai wakil di Dewan Keamanan PBB. Di saat PBB mengutuk kebiadaban Zionis yang melakukan pembantaian massal pada suatu Negara berdaulat Palestina dengan membuat sebuah rancangan resolusi, Amerika wakil zionis di PBB dapat memveto rancangan resolusi tersebut. Israel dapat dengan leluasa untuk terus memberangus Palestina sekaligu mencaploknya sedikit demi sedikit.
Korea Utara yang memiliki faham komunis mereka memiliki wakil di PBB, sehingga Korea Utara dapat dengan tenang memproduksi dan menguji coba bom Nuklir mereka. Pemimpin Korea Utara dapat berbuat semaunya terhadap rakyatnya karena hampir dipastikan tidak ada yang berani untuk menyerangnya. China dan Rusia ada dibelakang Korea Utara.

Bandingkan dengan Negara-negara Islam ketika mereka memiliki dosa. Negara-negara Kafir dapat dengan leluasa untuk menyantap semua yang terdapat dinegara itu. Sebagai contoh ketika Sadam Husein memiliki salah, Amerika dengan mudahnya membuat seribu alasan yang dapat meyakinkan dunia untuk menghalalkan invasinya. Setelah Sadam dapat digulingkan kemudian giiliran sumber daya alam Irak yang dikuasainya termasuk 95% project rekonstruksi Irak dikuasai oleh Negara adidaya tersebut.

Ini semua karena umat Islam saat ini banyak tapi mereka bagaikan buih banjir, kualitas keimanannya sangat rendah, kebanyakan dari mereka senang akan kehidupan dunia dan takut akan mati, karena surga mereka didunia ini sedangkan akhirat bagi mereka adalah Neraka.


Kenyataan ini hampir terwakilkan oleh keadaan para pemimpin Negara-negara yang berasaskan Islam, kebanyakan Negara mereka adalah Negara-negara kaya raya, sehingga kekayaan mereka tidak akan pernah habis 7 turunan sekalipun. Dengan kekayaan mereka yang melimpah ruah tersebut mereka takut akan jatuh miskin. Maka ketika saudara-saudara mereka dibantai oleh Negara-negara kafir, mereka lebih senang untuk mencari jalan aman tanpa melakukan suatu usaha untuk melindungi saudara-saudaranya, akan lebih baik bagi mereka untuk melindungi harta kekayaan mereka.

Melihat kenyataan bahwa kekuatan kafir yang menguasai tatanan kehidupan dunia saat ini, Umat Islam hanya dapat pasrah menunggu datangnya mukjizat dari Allah SWT dengan turunnya Nabi Isa As, yang dapat mempersatukan dan menjadi tauladan bagi seluruh umat Islam yang ada didunia ini. Tapi sayangnya kedatangan nabi Isa As menjadi rahasia Allah SWT, akankah beliau diturunkan dalam waktu dekat? Ataukah sampai Negara Palestina tinggal sebuah sejarah? Hanya Allah-lah yang tahu jawaban ini semua.

1 komentar:

  1. Tulisan yang bagus.. Mampir di http://tangguheka.blogdetik.com

    BalasHapus